Showing posts with label Pendidikan. Show all posts
Showing posts with label Pendidikan. Show all posts

Tuesday, September 22, 2015

Pentingnya mengadakan Pameran Filateli di Jawa Tengah



Perkembangan kegiatan filateli saat ini khususnya di Propinsi Jawa Tengah sebenarnya sudah semakin bagus seiring dengan meningkatnya pemahaman masyarakat tentang manfaat benda-benda filateli. 

Belum lagi dengan perkembangan teknologi telekomunikasi yang demikian hebat, membuat kegiatan berkirim surat menjadi berkurang. Secara otomatis keadaan ini membuat penggunaan prangko sebagai pemain utama di filateli menjadi berkurang juga. Saat ini boleh dikatakan , filateli di Jawa Tengah sedang dalam kondisi hibernasi atau tidur panjang. Hidup nggak mati juga nggak. Kalau tidak segera dilakukan penggiatan kembali, maka dikawatirkan kegiatan yang positif ini akan hilang tergerus jaman.

Namun di satu sisi dalam situasi perekonomian yang sulit dewasa ini ditambah dengan situasi sosial politik yang belum begitu kondusif juga mempengaruhi aktivitas kegiatan filateli. Ancaman dari kegiatan-kegiatan negatif seperti Narkoba senantiasa menghantui para generasi muda dan khususnya para remaja yang perkembangan emosinya masih labil. 

Untuk itu dalam rangka membentengi para generasi muda khususnya remaja dari pengaruh Narkoba dan kegiatan negatif lainnya maka dipandang perlu diselenggarakan kegiatan yang mampu menggugah semangat dan kreativitas generasi muda. Kegiatan Filateli sebagai sebuah kegiatan positip bagi remaja merupakan contoh kegiatan yang mesti dilakukan secara kontinyu. 

Filateli bermanfaat dalam menambah pengetahuan dan wawasan tentang ilmu pengetahuan, sejarah, budaya maupun lingkungan hidup. Filateli juga menambah wawasan dan memupuk persahabatan antar bangsa dan budaya melalui kegiatan tukar-menukar koleksi atau korespondensi. Filateli juga memupuk kemampuan berbahasa asing dan cross culture understanding. Filateli juga dapat memupuk sifat positip diantaranya rajin, tekun, disiplin, tabah dan ulet melalui kegiatan perawatan benda-benda filateli. Filateli juga dapat memupuk semangat menabung di kalangan remaja karena sejak dini filateli mengajarkan cara berwira usaha.

Untuk lebih memperkenalkan filateli di kalangan masyarakat serta meningkatkan pemahaman masyarakat tentang kegiatan filateli maka kita perlu mengadakan sosialisasi berupa Pameran Filateli di Provinsi Jawa Tengah bekerja sama dengan PT. Pos Indonesia serta instansi-instansi terkait. Jenis pameran ini lebih bersifat promosi sehingga kegiatan bisa lebih banyak diminati oleh masyarakat luas.

Thursday, August 20, 2015

Peranan Prangko dalam Pendidikan part 1


Mungkin ada yang belum tahu bahwa orang yang pertama kali menggagas adanya prangko adalah seorang guru atau orang yang berprofesi sebagai pendidik. Itulah mengapa ada kaitan erat antara prangko dengan dunia pendidikan. Mungki pada awalnya Sir Rowland Hill dari Inggris ini sudah membayangkan keterkaitannya.

Ambil secarik prangko dan perhatikan. Gambar yang ada disana selalu terkait dengang suatu peristiwa peristiwa penting atau tokoh tokoh terkenal atau hal- hal mengagumkan lainnya. Baik itu ditingkat daerah , nasional atau internasional. Itulah sebabnya kumpulan prangko bisa menceritakan banyak sejarah dan ilmu  pengetahuan. Kita bisa lihat sejarah suatu negara dari prangko yang diterbitkan disana.  Jadi prangko bukan sekedar alat bukti lunas pembayaran jasa antar barang atau dokumen saja lho.

Prangko memiliki demikian banyak nilai pengetahuan, sejarah,  keindahan dan pastinya nilai ekonomis. Jangan dikira tidak ada prangko yang nilai jualnya tinggi. Banyak. Tapi satu yang cukup penting disini adalah nilai sebuah prangko sebagai media ajar atau media pembelajaran yang bisa diperoleh diseluruh negeri.

Prangko bisa dimanfaatkan untuk sarana promosi  dan sosialisasi atas suatu peristiwa, benda bersejarah, hari hari besar suatu bangsa, binatang atau tumbuhan  langka dan pengetahuan lain yang amat penting bagi umat manusia.
Dengan mengoleksi prangko, ada efek samping yang sangat baik untuk peserta didik atau anak anak kita. Dengan mengumpulkan prangko minimal pengoleksi prangko atau filatelis ini akan mendapat pendidikan yang akan membentuk mereka menjadi pribadi yang berkualitas , teliti, tekun dan sabar. Karena menggumpulkan prangko harus dilakukan dalam jangka waktu lama dan disimpan dalam kondisi tertentu. Tidak bisa sembarangan.

Watak yang disiplin dan jujur juga akan terbentuk dari pengoleksian carik kertas berharga ini. Sikap yang paling penting disini adalah keingintahuan  untuk menambah ilmu pengetahuan. Jika melihat gambar  pada prangko dan tidak tahu itu gambar apa, maka filatelis akan mencoba mencari tahu.


Pada akhirnya nanti sikap sikap diatas akan mampu menciptakan seseorang yang berkualitas yang  bermanfaat untuk keluarga , lingkungan dan negaranya. 

Thursday, June 18, 2015

Pentingnya Data Pribadi pada Dunia Maya Digital


Data pribadi merupakan hal yang sebenarnya cukup sensitif dewasa ini. Namun sering kali kita meremehkan hal ini. Lihat saja di social media seperti Facebook, Twitter , Path, Instagram atau media sosial online lainnya. Kita begitu mudah memberikan data pribadi kita kepada media sosial tersebut.

Beda kejadiannya jika kita diminta mengisi data pribadi di lingkungan tempat tinggal kita, misalnya di RT atau RW. Susah banget dan berhati-hati sekali. Sangat aneh, padahal kalau kita mau mengisi data di Facebook atau twitter gampangnya bukan main.

Data pribadi sebenarnya merupakan sebuah data yang harus dijaga. Hal ini dibuktikan dengan diaturnya data pribadi ini pada pasal 26  Undang-undang No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UUITE). Dalam Pasal 26 UU ITE diatur mengenai perlindungan data pribadi sebagai berikut: (1) Kecuali ditentukan lain oleh Peraturan Perundang-­undangan, penggunaan, setiap informasi melalui media elektronik yang menyangkut data pribadi seseorang harus dilakukan atas persetujuan Orang yang bersangkutan.(2) Setiap Orang yang dilanggar haknya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat mengajukan gugatan atas kerugian yang ditimbulkan berdasarkan Undang-Undang ini. Dari sini saja seharusnya kita sadar supaya tidak mudah mengobral data pribadi kita di media sosial.

Kadang kita bertanya, untuk apa ada yang susah susah mencuri data pribadi kita? Toh kita bukan seorang selebritis, atau bukan pula seorang pejabat? Eh jangan salah. Mereka mencuri data untuk melakukan tindak kejahatan lho. Bisa saja mereka menggunakan nama, alamat, dan email kita untuk memesan barang terlarang atau barang ilegal. Ngeri juga kan?

Data pribadi kita harus kita lindungi sendiri. Kalau ada pihak lain yang berusaha memberikan data pribadi kita bisa ‘bersandar’ pada data diatas. Tapi bagaimana jika ada pihak lain yang secara langsung menyerang data pribadi kita. Atau gampangnya bagaimana jika ada orang yang mencoba mencuri data pribadi kita?

Ada beberapa hal yang harus kita perhatikan agar data pribadi kita tidak dipakai untuk hal – hal negatif , antara lain dengan mencoba untuk lebih berhati – hati menyimpan dokumen yang didalamnya ada data pribadi. Dokumen disini bisa dalam bentuk kertas, seperti fotocopy KTP, Surat Lamaran Pekerjaan , dan lainnya. Atau dalam bentuk softcopy seperti flashdisk yang didalamnya ada data pribadi kita. Jangan sampai jatuh ke tangan orang yang tidak kita kenal.

Kedua, berhati-hatilah jika menggunakan komputer yang digunakan banyak orang. Misalnya di warnet, di kantor, atau ditempat layanan publik lain. Jangan gunakan komputer tersebut untuk mengakses data atau informasi penting. Bisa saja, tanpa sengaja , kita meninggalkan jejak digital disana.

Ketiga, jangan sembarang mengakses link url yang tidak jelas. Kadang kita dengan gegabah meng-klik begitu saja link yang ada dalam email atau kiriman dari orang yang tidak kita kenal betul. Siapa tahu itu mengandung virus, malware atau aplikasi lain yang digunakan untuk mencuri data-data yang ada dalam komputer kita, termasuk dapa pribadi.

Penggunaan kartu kredit dan debit dalam transaksi online juga harus kita waspadai. Kartu kredit biasanya mengandung data yang cukup penting. Bisa saja seseorang mencuri data tersebut saat bertransaksi online, kemudian menggunakan data tersebut untuk melakukan transaksi ilegal. Bisa sangat merugikan. Jika tidak terpaksa sekali, hindari penggunaan kartu kredit atau kartu debit dalam bertransaksi online.

Menggunakan password yang sering diganti atau password yang tidak sama pada akun media sosial merupakanlangkah yang bijak dalam hal pengamanan data pribadi. Password yang terlalu mudah ditebak, sangat tidak disarankan. Password harus unik dan tidak gampang ditebak. Tapi harus mudah diingat juga lho. Hehehehe. Takutnya kita buat password yang susah ditebak, sampai –sampai kita sendiri juga susah menebak / mengingat dan lupa. Bisa repot.

Tuesday, May 12, 2015

Gunakan Internet Secara Cerdas, Kreatif dan Produktif Melalui Duta Internet CAKAP 2015


Kalau kita membicarakan tentang dampak negatif dari perkembangan internet, maka bisa kita simpulkan bahwa dampak negatif internet sudah cukup nyata ada di kehidupan kita sehari – hari. Dampak negatifnya apa? Tak kurang dari cyber bullying, porn, cyber stalking, cyber gambling, phising, dan sebagainya. Hal inilah yang perlu diwaspadai oleh orang tua, guru, masyarakat, dan pemerintah.
Dan yang paling merasakan menjadi korban adalah generasi muda yang sering kita sebut heavy user. Heavy User adalah generasi yang paling banyak menggunakan internet dan paling sering menghabiskan waktu dengan internet.
Sudah banyak dampak negatif yang dirasakan generasi muda terkait dengan maraknya penggunaan Media Sosial (Facebook, Twitter, Path, Youtube, Line, WhatsApp, Instagram, BBM, dan lain- lain.)
Padahal disisi lain banyak nilai positif yang bisa diperoleh dengan memanfaatkan internet. Banyak kemudahan dan fasilitas yang ditawarkan oleh teknologi dunia maya ini. Nilai positif ini akan bisa dimanfaatkan dengan catatan ada panduan bagaiamana kita bsa menggunakan internet secara bijaksana. Salah satu cara atau panduan adalah dengan Internet CAKAP (Cerdas, Kreatif dan Produktif).
Disini banyak diberikan pemahaman bagi generasi muda bagaimana memanfaatkan internet secara sehat dan bijaksana sehingga tercipta iklim internet yang lebih positif.
Apakah Internet CAKAP ini hanya slogan dan konsep semata? Tidak. Pemerintah melalui Direktorat Pemberdayaan Informatika, Ditjen Aplikasi dan Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama denganstakeholder dibidang pemberdayaan TIK mengadakan pemilihan Duta Internet CAKAP (Cerdas, Kreatif dan Produktif) 2015 untuk mencari sosok generasi muda yang dapat memberikan pemahaman dan mempercepat getok tular penggunaan internet secara cerdas, kreatif, dan produktif di kalangan generasi muda.
Pendaftaran Calon Duta Internet CAKAP 2015 dapat dilakukan mulai tanggal 16 Maret hingga 14 Juni 2015. Seleksi dilakukan pada 15 Juni hingga 12 Juli 2015 untuk memilih Finalis Duta Internet CAKAP yang berhak mengikuti Bootcamp yang diselenggarakan selama 3 hari pada awal Agustus 2015.

Pada Bootcamp, para Finalis Duta Internet CAKAP akan mengikuti seminar dan workshop mengenai : Internet Cerdas, Kreatif dan Produktif; Pemanfaatan Internet dan Cyber Ethics ; Cyber Crime & Cyber Law ; Jurnalistik Streaming Radio/Televisi ; Teknik Berkomunikasi ; dan Teknik Presentasi.

Pada masa mendatang para Finalis Duta Internet CAKAP 2015 dan  Duta Internet CAKAP Tingkat Nasional 2015, selain mejalankan tugasnya secara mandiri, juga akan dilibatkan dalam kegiatan Kementerian Komunikasi dan Informatika yang diselenggarakan di daerah asal Duta Internet CAKAP dalam upaya memberdayakan dan meningkatkan kapasitas Masyarakat dibidang TIK.

Syarat Pendaftaran Calon Duta Internet CAKAP 2015 :
1. Warga Negara Indonesia
2. Laki-laki atau perempuan
3. Berstatus pelajar aktif Indonesia tingkat SMA/MA/SMK atau sederajat kelas X (sepuluh) sampai XI (sebelas)
4. Memiliki pengetahuan dan keterampilan Teknologi Informasi dan Komunikasi
5. Belum pernah menjadi finalis Duta Internet Sehat dan Aman.

Update Panduan Pendaftaran :
1. Mendownload Formulir Pendaftaran di http://goo.gl/KHJCk8
2. Mengisi dan mengirimkan formulir pendaftaran ke incakap@mail.kominfo.go.id dengan melampirkan:
    a.Kartu Identitas Diri (KTP/KartuPelajar);
   b.Surat pernyataan kesediaan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan Duta Internet CAKAP 2015 yang diketahui oleh orangtua;
    c.Surat dukungan dari sekolah; dan
    d.Daftar riwayat hidup (disertai prestasi yang pernah diraih)
    e.Karya berupa :

    - tulisan (dalam format txt - notepad atau .doc/.docx - word maksimal 5 MB) pada Form 
Karya 
dan/atau 
         - Video (menuliskan link video youtube atau dari website video sharing lainnya pada Form Karya) dengan tema : "Membangun Generasi Muda Cerdas, Kreatif, dan Produktif untuk mendukung kemandirian dan kepribadian bangsa"



3. Login ke www.dutainternetcakap2015.ucontest.info dengan menggunakan akun facebook/twitter dan upload dokumen tambahan yaitu Foto pribadi (foto berwarna seluruh badan ukuran postcard, format jpg/png, maksimal 10 MB )

Monday, May 11, 2015

Pendidikan Bermedia Masih Dibutuhkan Masyarakat


Delapan ratus ribu pencarian atau search terjadi setiap menitnya di Google. Di mesin pencari lain juga terjadi searching sebanyak itu. Belum lagi ada 695000 status baru di Facebook dan 98000 status twitter per menit. Arikel blog yang muncul di blog juga fantastis, ada 2000 artikel per-menit. Belum youtube yang meng-klaim 600 video diunggah. Itulah gambaran umum arus informasi yang terjadi di jagat maya atau internet.

Aliran yang sangat deras ini melebihi daya tampung ruang pikir kita. Begitu riuhnya informasi yang bisa kita baca, kita dengar dan kita lihat lewat media internet. Teknologi komunikasi  telah memungkinkan kita menjangkau informasi dan informasi menjangkau kita dengan mudah.

Tanpa kita sadari, setiap detik, kita menerima ribuan bahkan jutaan informasi yang bisa saja sebagian besar tidak berguna bagi kita. Istilahnya sampah informasi. Tak jarang kita sebenarnya semakin tidak mengerti dan semakin binggung dengan adanya informasi yang melimpah terus. Ini sudah terasa sekali sebagai dampak negatif banjir informasi.

Sebenarnya fenomena banjir informasi ini sudah diramalkan jauh hari. Dalam buku Future Shock (1970), Alvin Toffler memperkirakan fenomena banjir informasi di masa depan sebagai information overloaded, informasi yang amat berlimpah. Riset International Data Center (IDC) tahun 2011 menegaskan ramalan Toffler. IDC menyebut volume informasi di jagad digital selama 2011 mencapai 1,8 triliun gigabyte, dan 70 persen informasi ini dihasilkan aktivitas komunikasi manusia. Lembaga ini memprediksi volume ini akan melonjak dua kali lipat per 18 bulan, seiring perkembangan teknologi informasi dan komunikasi di mana setiap orang bisa mengakses dan berbagi informasi kapan saja.

Agar dampak negatif tersebut tidak terus berlanjut, ada tindakan yang harus diambil. Salah satu yang cukup penting adalah dilakukannya pendidikan bermedia di masyarakat. Masyarakat diberi bekal pengetahuan agar mampu menyaring informasi apa yang diperlukannya dan informasi apa yang harus dibendung. Misalnya dengan memberikan pendidikan penggunaan fasilitas wi-fi pada masyarakat agar tidak disalah gunakan. Harus ada kesadaran dan pemahaman yang cukup agar sampah informasi seperti ini tidak memenuhi ruang pikir kita.

Harus ditekankan pada masyarakat untuk mampu memilih tontonan yang baik dan menghindari tontonan yang buruk. Bentuk kegiatannya adalah pengaturan jadwal menonton. Namun model ini hanya cocok untuk masyarakat yang punya kemampuan dan pendidikan terbatas.

Masyarakat harus dibekali kemampuan memilih dan memilih konten media. Bentuk kegiatannya adalah mempelajari kerja media. Dengan demikian khalayak mampu membuat keputusan sendiri dalam memilih media.

Kemampuan menganalisis dan mengkrisitisi media perlu dikembangkan dalam masyarakat. Selain itu harus dibuat agar masyarakat  mampu menginterpretasi konten media berdasarkan latar belakang masing-masing. Baik secara sosial maupun kultural.

Hal lain yang mungkin bisa dilakukan adalah dengan memunculkan aturan aturan atau regulasi dari pemerintah untuk menangkal dampak negatif tersebut. Disamping itu juga bisa dilakukan langkah langkah untuk menyiapkan sarana internet yang sudah bebas dari muatan negatif.